Persoalan Etis dalam Filsafat Sosial Politik

Posted: June 19, 2010 in Filsafat

Sebagai sebuah disiplin tersendiri, filsafat politik (atau filsafat sosial-politik) tentu saja terbedakan dengan pengertian filsafat secara general, politik, ilmu politik, sosial, dan ilmu sosial. Namun demikian, bukanlah perihal yang sederhana untuk menetapkan filsafat politik dalam sebuah definisi yang baku. Secara konvensional, filsafat politik selalu terkait dengan kajian-kajian mengenai tata pemerintahan, yakni suatu konsep mengenai sistem yang akan menentukan corak dan arah suatu tatanan masyarakat. Artinya, filsafat politik adalah suatu disiplin yang juga bertujuan untuk mengkaji konsep-konsep terbaik atau yang paling tepat bagi suatu tata pemerintahan demi mencapai tatanan masyarakat yang ideal. Akan tetapi, apakah yang dimaksud dengan tata pemerintahan dan tatanan masyarakat ideal itu? Pada tataran inilah maka persoalan baik dan buruk yang sejatinya adalah topik utama pada ranah etika atau filsafat moral, juga akan menjadi topik sentral dalam kajian-kajian filsafat sosial-politik.

Dari definisi-definisi para ahli filsafat politik, seperti David Miller (lahir 1946) dan Anthony Quinton (lahir 1925), dapat kita amati tiga aspek penting dalam studi-studi filsafat politik terkait dengan persoalan (nilai) baik dan buruk: Pertama, pengandaian bahwa tata pemerintahan yang baik dan buruk memiliki pengaruh yang sangat mendalam terhadap kualitas hidup manusia. Kedua, pengandaian dari filsafat politik bahwa bentuk tata pemerintahan yang baik itu bukanlah sebuah takdir/nasib, melainkan harus dicapai melalui suatu usaha kompetitif, dalam arti akan melibatkan setidaknya dua kekuatan kepentingan atau lebih. Ketiga, pengandaian bahwa manusia (dan masyarakat) memiliki kesanggupan dalam membedakan antara tata pemerintahan yang baik dan yang buruk.

Sumber bacaan:

Priyono, B. Herry-., Filsafat Politik, Bahan Kuliah Program Matrikulasi Program Pascasarjana Filsafat (Diktat), Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta: 2010.

Comments
  1. Uknown strangers says:

    Maka pada satu titik.. Filsafat politik hanya menghasilkan beberapa jenis manusia : opurtunis, naif, putus asa dan yang tidak ketiganya juga termasuk ketiganya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s