Bangkai Ikan


Dalam lelipatan ombak itu telah kukubur bangkai seekor ikan,

Ia pernah kusambangi hanya dengan berkain sarung.

Jika suatu Awal adalah memang sebuah  akhir,

Maka jadilah akhir itu sebuah awal.

Di ujung lidahnya membucah busa kepalsuan, terasa manis rasanya, kelewat manis sampai seorang pawang pun mabuk dibuatnya.

Kubenamkan batang keris pusaka kedalam pasir yang kusangka rumahnya.

Di bumi!

Merekahlah senja sewarna delima, menggincu langit pada sebelah ufuk.

Dilalah, dinding kamar ini melengkung melipat, ia tergulung bersama ranjangnya.

Di sudut, sebatang besi membeku selaksa  jarum-jarum es di kutub yang tak pernah bertegur sapa dengan mentari.

Bangkai Ikan
Pondok Aren, 6 April, 2007

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s