Kena apa?


Dari hatiku sudut lembayung
Tak sudi lagi dikubur

Masihkah mampu menoreh biru lembut?
Di atas merahpekat langit
nanmana ruah telah tersapu

Wahai bintang nan ungu,..
Kenapa tak jua padam cerlangmu

Dari mulutku sembur ludah basi membuncah
Mengkristal bersama angin, sumbat telinganya

Lepaskan kuda betina itu!!!
ia berseru…
Biar dikunyahnya sepi

Sedang kau,
dosa terbesarmu adalah kelewat tulus

Uuuh…

sayat itu memerih lagi
mengapa pedasnya masih juga sama

memamah suci di gelinang lumpur bau tai!

kena apa?

Kena apa?
Pondok Aren, 06 April 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s